Menjadi Guru yang Layak Ditiru, Tidak Hanya di Depan Murid, Tapi Juga dalam Kesendirian

Tidak Hanya di Depan Murid, Tapi Juga dalam Kesendirian
Harap tunggu0 detik...
Gulir ke bawah dan klik Buka Tautan untuk tujuan
Selamat! Tautan Dihasilkan


Di Indonesia, kita pasti sudah tidak asing lagi dengan akronim digugu dan ditiru. Istilah ini berasal dari bahasa Jawa, yang berarti dipercaya dan dipatuhi (digugu), serta dicontoh dan diteladani (ditiru). Pengaruh besar yang dimiliki seorang guru di mata masyarakat memang sangat luar biasa. Saking besar pengaruhnya, banyak orang yang menganggap bahwa guru dapat melakukan apa pun, ahli di bidang apa pun, dan setiap tindak tanduk mereka selalu menjadi sorotan, baik itu yang positif maupun negatif.

Namun, di balik peran besar seorang guru, kita harus menyadari bahwa mereka juga manusia biasa yang tak luput dari dosa dan kesalahan. Guru, meskipun dihormati dan dipercaya, tetap memiliki kekurangan. Kita semua tahu bahwa tidak ada yang sempurna, namun apa yang kita lakukan sebagai guru memiliki dampak besar, terutama bagi para murid yang selalu mengamati dan meniru tindakan kita.

Seringkali, sebagai guru, kita merasa sudah melakukan hal yang benar. Kita merasa apa yang kita katakan dan lakukan di depan murid-murid adalah hal yang tepat, namun apakah kita sadar bahwa kebaikan yang kita tunjukkan tidak hanya harus tampak di depan mereka? Sebagai pendidik, kita seharusnya bisa menjadi contoh yang baik, baik dalam keramaian maupun dalam kesendirian. Artinya, perilaku kita tidak hanya perlu dicontoh saat berada di hadapan murid, tapi juga ketika kita merasa tidak ada yang melihat.

Banyak momen di sekolah yang tanpa sadar menjadi peluang bagi kita untuk mempraktikkan sikap yang bisa ditiru oleh murid-murid. Contohnya, saat ada waktu luang, sering kali kita terlibat dalam pembicaraan yang mengkritik atau menggunjingkan murid-murid. Padahal, pembicaraan tersebut seharusnya bisa menjadi ruang untuk refleksi dan diskusi yang membangun, bukan menjadi tempat untuk meluapkan rasa frustrasi yang hanya berujung pada fitnah atau gosip.

Tak hanya itu, sebagai guru kita sering kali menuntut murid untuk menyelesaikan tugas tepat waktu dan mengumpulkannya sesuai jadwal. Namun, apakah kita sudah mencontohkan sikap yang sama? Apakah kita sebagai guru selalu memastikan bahwa pekerjaan kita juga selesai tepat waktu? Atau justru menunda-nunda pekerjaan yang seharusnya juga menjadi tanggung jawab kita?

Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari. Di rumah, mungkin kita merasa bebas untuk tidak merapikan kamar tidur karena tidak ada yang melihat, atau di jalan raya kita terkadang mengemudi dengan terburu-buru dan tidak hati-hati. Namun, pernahkah kita berpikir, "Bagaimana jika murid saya melihat perilaku ini?" Atau lebih jauh lagi, "Apakah mereka akan meniru apa yang saya lakukan?"

Peribahasa guru kencing berdiri, murid kencing berlari menggambarkan dengan jelas betapa besar pengaruh tindakan seorang guru terhadap murid-muridnya. Apa yang kita lakukan tidak hanya dipantau oleh mereka, tapi juga bisa jadi ditiru, baik itu hal baik maupun buruk. Ini menunjukkan betapa besar tanggung jawab yang kita emban sebagai guru.

Setiap tindakan yang kita lakukan, meskipun terlihat sepele atau tidak penting, sebenarnya bisa memengaruhi murid-murid kita. Oleh karena itu, sebagai guru kita perlu berpikir lebih matang sebelum bertindak. Apa yang kita tunjukkan bukan hanya untuk dilihat sesaat, tetapi juga untuk dijadikan teladan sepanjang waktu.

Kehidupan sebagai seorang guru penuh dengan tantangan dan godaan. Namun, semoga kita senantiasa mampu mengintrospeksi diri dan terus memperbaiki diri untuk menjadi contoh yang baik bagi generasi penerus. Kita tidak hanya berperan sebagai pendidik di dalam kelas, tetapi juga sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita terus bersemangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, tidak hanya di depan murid, tetapi juga dalam kesendirian kita. Karena setiap tindakan kita, baik atau buruk, akan selalu mengajarkan sesuatu kepada mereka.

Semoga dengan kesadaran ini, kita dapat terus menjaga nama baik profesi guru dan menjalankan tugas mulia ini dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan.

Baca juga :

Posting Komentar

💬 Kolom Komentar

💬 Komentar | Tanya

Memuat komentar...

Subscribe

Kanal Media Sosial
Ikuti Kegiatan di Kanal Youtube Spasi Pagi
Oops!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internet Anda. Harap sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Detected!
Kami telah mendeteksi bahwa Anda menggunakan plugin pemblokiran iklan di browser Anda.
Pendapatan yang kami peroleh dari iklan digunakan untuk mengelola situs web ini, kami meminta Anda untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih di plugin pemblokiran iklan Anda.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.