Kegiatan dimulai dengan suasana hangat dan penuh keakraban. Ustad Ubaidillah membuka kajian dengan tema “Tulus Ikhlas serta Bersilaturahmi Membangun Ukhuwah Islamiah”. Beliau mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam setiap amal ibadah, serta betapa besar nilai silaturahmi dalam memperkuat ukhuwah antar sesama. Menurut beliau, sebuah amal kecil yang dilakukan dengan hati tulus jauh lebih bermakna dibanding amal besar yang dibalut dengan kepentingan pribadi. Pesan itu menggugah hati para peserta yang hadir, mengajak untuk selalu memperbaiki niat dalam beribadah dan berbuat baik.
Meski porsi kajian formalnya tidak terlalu panjang, namun diskusi yang berlangsung setelahnya justru menjadi inti kegiatan hari itu. Obrolan berkembang dengan ringan namun sarat makna mulai dari pembahasan kehidupan sehari-hari, cara menanamkan nilai Islam dalam pekerjaan, hingga bagaimana menjaga semangat belajar di tengah kesibukan masing-masing. Setiap peserta saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, menciptakan suasana yang hidup dan inspiratif.
Pak Anton bersama juniornya tampak antusias berdiskusi, sementara Pak Luhur dan Pak Zaki menambahkan pandangan dari pengalaman mereka sebagai warga Muhammadiyah yang ingin terus berkemajuan. Dari perbincangan kecil itu, muncul banyak ide dan rencana sederhana untuk menghidupkan kembali semangat kajian di lingkungan sekitar. Semua sepakat bahwa kegiatan seperti ini harus terus dijaga bukan hanya sebagai rutinitas, tapi sebagai sarana menambah ilmu, mempererat persaudaraan, dan memperkuat komitmen dalam beramal.
Menariknya, tanpa disadari waktu berjalan begitu cepat. Obrolan yang hangat dan menyenangkan itu berlangsung hingga hampir tiga jam lamanya. Tidak ada rasa bosan, justru setiap menit terasa berharga. Tawa ringan, diskusi mendalam, dan semangat kebersamaan membuat suasana kajian semakin hidup. Seperti kata salah satu peserta, “Ngajinya sedikit, tapi ilmunya mengalir banyak.”
Pada akhirnya, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan mingguan, melainkan langkah kecil yang memiliki dampak besar. Langkah kecil menuju cita-cita bersama: menjadikan Rumah Baca ini sebagai tempat berkembangnya ilmu, tempat tumbuhnya wawasan, dan tempat berkumpulnya warga Muhammadiyah yang bersemangat dalam berkemajuan.
Kajian Ahad kali ini ditutup dengan penuh rasa syukur. Semua pulang dengan hati lapang, wajah cerah, dan semangat baru. Seperti yang selalu diharapkan — berangkat senang, pulang bahagia.
