Tradisi yang juga populer dengan sebutan bersih desa atau sedekah bumi ini menjadi representasi doa tulus warga. Melalui prosesi ini, masyarakat memohon keselamatan, limpahan berkah, serta hasil panen yang melimpah untuk musim-musim mendatang. Lebih dari sekadar ritual keagamaan dan adat, Sedekah Desa Keras menjadi momentum emas untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Sejak pagi hari, kemeriahan sudah terasa di setiap sudut desa. Suasana riuh nan penuh keakraban tercipta berkat partisipasi aktif serta semangat gotong royong seluruh lapisan masyarakat. Semua warga bahu-membahu menyukseskan jalannya acara, mulai dari persiapan tempat, penataan perlengkapan, hingga penyajian aneka hasil bumi.
Kehangatan acara ini turut dihadiri oleh berbagai elemen penting masyarakat dan jajaran pemerintahan lokal. Bapak Camat Diwek hadir langsung di tengah-tengah warga, menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya lokal yang sarat makna kebangsaan dan kebersamaan ini.
Kesan mendalam dirasakan langsung oleh warga setempat. Ibu Titik, salah satu warga dari RW 4, mengungkapkan rasa senang dan syukurnya atas terselenggaranya acara tersebut. "Acara berjalan sangat lancar dan menyenangkan. Kami sangat berterima kasih atas diadakannya kegiatan ini karena bisa mengumpulkan semua warga dalam suasana yang membahagiakan," ujarnya dengan senyum sumringah.
Senada dengan warga, apresiasi tinggi juga datang dari pihak pemerintah desa. Bapak Heri Cahyono, selaku salah satu perangkat Desa Keras, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran tamu undangan serta peran aktif seluruh warga. "Terima kasih banyak atas kehadiran dan dukungan luar biasa dari seluruh elemen masyarakat. Tanpa gotong royong warga, acara tidak akan semeriah dan sesukses ini," ungkapnya.
Sedekah Desa Keras tahun 2026 ini sukses membuktikan bahwa kearifan lokal tetap menjadi perekat sosial yang ampuh, menghadirkan kedamaian, serta memperkokoh rasa kekeluargaan di Kabupaten Jombang.
